Aku mulai terbangun dalam kegelisahan, meraba apa yang kurasakan antara gelap dan tak berdaya. hati ini terasa janggal dan tak menentu, kupandangi wajahku di dalam kaca nampak sepasang mata yang lelah dengan kehidupan. kehidupan yang terus menghantui. sepasang mata yang memiliki ketakutan dengan sayu dan nampak kosong menerawang ke alam yang tak terjangkau dengan kata. Lamunanku kian jauh menerobos lorong waktu masa lalu yang muncul hanya wajah gelapku. ahhhhhh....... hidup....(aku menundukan kepala dan memejamkan mataku)
Berharap semua itu hanya mimpi semata, air mataku mulai mengalir dalam hatiku sementara mataku kering serasa tak bersalah. hatiku menangis dengan air mata yang deras bak air hujan. Indahnya pagi tak seindah rasa hatiku yang penuh noda dan dosa. aku bingung harus berbuat apa untuk memulai pagi ini padahal aura pagi dan mentari begitu terasa semangatnya.
Dengan malas aku berdiri mencari sesuatu yang sebenarnya aku tidak ingin mencarinya, aku bolak-balik dan modar-mandir tak tentu.sebentar ke kamar sebentar kedapur. rasanya cape banget, gundah ini terus bergelayutan dalam benaku. ibarat kertas yang selalu ku buat coretan-coretan asal sehingga terbentuklah suatu gumpalan besar seperti benang kusut yang tiada ujungnya. lelah begitu terasa dan dadaku mulai sesak, kepalaku berat dan pening sehingga aku lebih baik tidur dan malas-malasan. badanku terasa tidak bertenaga lunglai dan lemas. aku berbaring menyamping namun mataku masih terbuka, ku mainkan Handpone Nokia jadulku lalu kubuka dan ternyata masih belum berubah ketika ku coba tekan angka *124# (bintang satu dua empat pagar) itu tidak selang beberapa detik muncullah kalimat your sim Card is error balance RM 00.00 lalu ku tutup dan ku buka menu dengan malas, kutekan-tekan kekiri dan kanan aku mencari sesuatu yang sebenarnya aku tidak mau membukanya karena ketika ku tekan salah satu nombor kontak di daftar kontak masih juga belum terhubung dengan siapapun. akhirnya ku kembali ke menu utama aku geserkan lagi ke sebelah kanan lalu aku berlabuh pada salah satu menu kedua terakhir sebelum menu eksatra yakni menu games. games HP nokia jadul itu hanya memuat beberapa item saja. aku coba salah satu games yang biasa ku mainkan ketika waktu iseng BOUNCES itulah nama gamesnya. aku selalu kalah dan karena kesal aku matikan HP ku. mataku masih belum terpejam dan pikiranku kian rumit dan tak terarah tidak ada fokus yang ku bidik semuahanya lintasan-litasan yang tak berujung silih berganti.
Entahhhhhhhh........................apa sebenarnya yang aku pikirkan ??????
Lalu aku berganti posisi karena aku merasa tanganku sebelah kanan dan badanku terasa pegal-pegal. kini aku berubah posisi menjadi terlentang, kaki kananku ku taruh di atas kaki kiri sambil kudekapkan kedua tanganku diatas dada.mataku menatap keatas langit-langit yang dipenuhi oleh benang-benang laba-laba, nampak begitu kusut dan tak beraturan seperti bayangan yang ada di kepalaku, langit-langit putih itu terus kupandang sampai mucul sebuah bayangan-bayangan yang terus silih berganti begitu cepat. aku merasa lelah dan cape sekali lalu aku pejamkan mata berharap bisa tertidur dengan cepat dan bermimpi bertemu sang bidadari. atau mimpi indah yang tak pasti. supaya pikiranku sedikit berhenti memikirkan sesuatu yang tak pasti.
Borneo Samudra (Sandau)
By Haris Cempaka
No comments:
Post a Comment